Jumat, 30 November 2012

Perpustakaan pada SD



PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR


MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah
Teknik Penulisan Karya Ilmiah
yang dibina oleh Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd
dan Ibu Sunarni, S.Pd, M.Pd


Oleh
M. Ghulaman Zakia
120131400375









UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
November 2012

DAFTAR ISI

Halaman         
HALAMAN SAMPUL ...............................................................................  i
DAFTAR ISI ................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ...........................................................................  1
B.     Topik Bahasan ............................................................................ 2
C.     Tujuan Penulisan ........................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perpustakaan Sekolah Dasar ....................................  3
B.     Fungsi Perpustakaan ................................................................... 3
C.     Tujuan Perpustakaan ................................................................... 6
D.    Prinsip dan Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan ................ 8
E.     Hambatan-hambatan penyelenggaraan perpustakaan                         pada sekolah dasar ......................................................................        10
F.      Cara mengatasi hambatan-hambatan penyelenggaraan         perpustakaan pada sekolah dasar ................................................      11
BAB III PENUTUP
            Kesimpulan ....................................................................................... 12
DAFTAR RUJUKAN .................................................................................. 15










BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Soetopo (1982:173) menyimpulkan “perpustakaan sekolah adalah perpusatakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang program belajar dan mengajar di lembaga pendididkan formal”.
Dari penjelasan di atas disimpulkan perpustakaan adalah sarana penting yang di sediakan oleh sekolah untuk menunjang program belajar mengajar, baik siswa maupun guru atau pengajar. Perpustakaan adalah komponen yang penting di sekolah dasar, karena perpustakaan juga menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dan juga agar mereka lebih mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan yang baru yang mereka belum dapatkan. Perpustakaan adalah langkah untuk memberantas sifat malas pada peserta didik, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar, karena untuk membentuk kepribadian anak haruslah dilakukan sejak dini. Diselenggarakanya perpustakaan diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang rajin dan haus akan pengetahuan.

Pada saat ini pengadaan pelayanan perpustakaan pada Sekolah Dasar belumlah merata, khususnya pada sekolah-sekolah dasar pinggiran yang masih sangat kurang fasilitas penunjang untuk program pendidikan di Sekolah tersebut. Pengadaan perpustakaan sudah semestinya menjadi salah satu program pendidikan di Sekolah Dasar yang harus diwujudkan.
B.       Topik Bahasan
1.      Apa pengertian perpustakaan pada Sekolah Dasar?
2.      Apa fungsi perpustakaan bagi Sekolah Dasar?
3.      Apa tujuan perpustakaan pada Sekolah Dasar?
4.      Apa prinsip dan pedoman penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar?
5.      Apa hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar?
6.      Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar?


C.      Tujuan Penulisan
1.      Menjelaskan kepada pembaca tentang pengertian perpustakaan pada Sekolah Dasar.
2.      Menjelaskan kepada pembaca tentang fungsi perpustakaan bagi Sekolah Dasar.
3.      Menjelaskan kepada pembaca tentang tujuan perpustakaan pada Sekolah dasar.
4.      Menjelaskan kepada pembaca tentang prinsip dan pedoman penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar.
5.      Menjelaskan kepada pembaca tentang hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar.
6.      Menjelaskan kepada pembaca tentang cara mengatasi hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar.

BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Perpustakaan Sekolah Dasar
Soetopo (1982:173) menyimpulkan “perpustakaan sekolah adalah perpusatakaan yang diselenggarakan di sekolah bermaksud untuk menunjang program belajar dan mengajar di lembaga pendididkan formal”.
Dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan pada Sekolah Dasar adalah sarana penting yang di sediakan oleh sekolah untuk menunjang program belajar mengajar, baik siswa maupun guru atau pengajar di Sekolah Dasar. Oleh karena itu hendaknya perpustakaan diadakan sejak tingkat Sekolah Dasar, agar peserta-peserta didik yang ada di tingakat sekolah dasar terlatih untuk membaca buku-buku yang menunjang pendidikan, sehingga mereka tidak hanya menerima ilmu pengetahuan dari pelajaran di kelas tetapi mereka juga mendapat pengetahuan dari perpustakaan sekolah.
Perpustakaan adalah komponen yang penting di Sekolah Dasar, karena perpustakaan juga menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dan juga agar mereka lebih mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan yang baru yang mereka belum dapatkan. Pada umumnya pada Sekolah Dasar hal ini kurang diperhatikan, sehingga masih banyak sekolah-sekolah dasar yang belum memiliki sarana perpustakaan terutama pada sekolah-sekolah pinggiran, sehingga minat baca dari siswa Sekolah Dasar pun amat kurang.


B.       Fungsi Perpustakaan
Sutisna (1989:154) menyimpulkan peranan perpustakaan selaku mata rantai kunci dalam proses mengajar-belajar menjadikannya salah satu bagian yang amat penting dari sekolah. Perpustakaan yang dirancang dengan baik menyediakan sumber-sumber belajar yang terpusat, yang akan memenuhi dengan efisien kebutuhan-kebutuhan dari setiap bagian pengajaran dan pelayanan di sekolah.
Sulistyanto (2008) menyimpulkan bahwa fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:
1.        Perpustakan yang mampu menyediakan sebagai sumber belajar.
2.        Sumber penunjang kualitas belajar dan mengajar.
3.        Sebaga tempat yang menarik untuk kegiatan siswa dalam mempertajam dan memperluas kemampuan untuk membaca, menulis, berfikir dan berkomunikasi.
Prasetyo (2012) menyimpulkan fungsi perpustakaan bagi Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
1.        Fungsi Edukatif
Fungsi edukatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan daya pikir yang rasional dan kritis, serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
2.        Fungsi Informatif
Fungsi  informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.
3.        Fungsi Administratif
Fungsi administratif adalah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.
4.        Fungsi Rekreatif
Rekreatif adalah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu luang, baik oleh siswa maupun oleh guru.
5.        Fungsi Penelitian
Fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi bagi siswa.
Fungsi perpustakaan sekolah sebagai sarana edukatif untuk menunjang kegiatan belajar siswa di sekolah, untuk siswa sekolah dasar perpustakaan memberikan tambahan pengetahuan baik pengetahuan yang bersifat formal maupun non formal. Perpustakaan juga akan menunjang prestasi belajar siswa, apabila telah terbiasa membaca, siswa Sekolah Dasar akan senantiasa membaca dan haus akan informasi yang berguna bagi kegiatan belajarnya.
Fungsi perpustakaan Sekolah Dasar menurut penjelasan di atas adalah sebagai berikut :
1.        Sebagai penunjang pelajaran di sekolah
Sebagai penunjang pelajaran di sekolah yaitu memberi materi kepada siswa yang tidak didapat melalui buku atau pembelajaran di kelas, jadi siswa dapat mengembanagkan penyampaian materi yang telah disampaikan oleh guru di kelas.
2.        Sebagai wahana rekreasi
Sebagai wahana rekreasi maksudnya yaitu siswa dapat memanfaatkan buku dongeng, kumpulan puisi, video-video, ataupun majalah tentang pendidikan, sehingga siswa tidak hanya terhibur tetapi dapat mempelajari pesan yang terkandung dalam dongeng ataupun video yang tersedia di perpustakaan.
3.        Menunjang prestasi siswa
Perpustakaan dapat menunjang prestasi karena siswa menjadi aktif belajar dan membaca sehingga akan selalu mengembangakan kemampuanya dengan membaca.
4.        Membiasakan siswa menggunakan waktu dengan baik
Perpustakaan akan membiasakan siswa untuk selalu menggunakan waktunya ke dalam kegiatan yang berguna bagi belajarnya, sehinnga tidak akan malas dan bosan karena di perpustakaan juga menyediakan buku-buku yang menarik.
Proses belajar dan pembelajaran juga hendaknya mengajarkan siswa di sekolah dasar mengenal perpustakaan, misalnya memberi tugas mencari dongeng atau puisi dari perpustakaan. Sehingga siswa lama-kelamaan akan tertarik dengan perpustakaan karena siswa mengetahui perpustakaan memiliki buku-buku yang menarik baginya. Buku yang disediakan haruslah yang menarik bagi siswa sekolah dasar dan harus bermanfaat bagi kegiatan belajar mereka.

C.      Tujuan Perpustakaan
Soetopo (1982:173) menyimpulkan tujuan perpustakaan adalah sebagai berikut:
1.        Agar timbul kecintaan terhadap pembaca, memupuk kesadaran membaca dan menanamkan kebiasaan membaca.
2.        Membimbing dan mempercepat proses penguasaan tehnik membaca.
3.        Memperluas dan memperdalam pengalaman belajar.
4.        Membantu perkembangan percakapan bahasa dan daya pikir murid.
5.        Dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka secara baik.
6.        Memberikan dasar-dasar kemampuan penelusuran informasi.
7.        Memberikan dasar-dasar kemampuan ke arah studi sendiri.
Prasetyo (2012) menyimpulkan tujuan perpustakaan sekolah dasar adalah sebagai berikut:
1.        Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.
2.        Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.
3.        Memperluas pengetahuan para siswa.
4.        Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.
5.        Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.
6.        Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.
7.        Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.
8.        Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Perpustakan merupakan komponen yang penting bagi perkembangan prestasi belajar siswa Sekolah Dasar pada saat ini, dari uraian di atas dapat disimpulkan tujuan perpustakaan adalah sebagai berikut:
1.        Membuat siswa sekolah dasar lebih mencintai membaca dan membiasakan agar mereka rajin membaca.
2.        Membuat siswa lebih cepat menguasai teknik-teknik membaca yang efektif dan efisien.
3.        Memperluas dan memperdalam pengetahuan siswa baik dalam lingkup pelajaran atau pengetahuan umum.
4.        Mendorong siswa agar cepat menguasai bahasa yang baik dan benar dari buku-buku yang dibaca.
5.        Memberi pengajaran secara tidak langsung kepada siswa cara menggunakan dan merawat bahan pustaka.
6.        Memberi dasar-dasar cara belajar dengan memanfaatkan informasi yang didapat dari bacaan.
7.        Menunjang belajar siswa tentang pelajaran di Sekolah Dasar.
Semua tujuan yang disebutkan di atas sangat penting bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar terutama bagi siswa agar mereka terbiasa dengan bacaan sehingga mereka memiliki semangat belajar yang lebih tinggi. Hal ini juga harus tetap diawasi agar buku-buku yang dibaca oleh siswa tepat dengan pelajaran di sekolah, sehingga prestasi mereka lebih meningkat. Selain buku-buku yang harus di awasi, jam kunjung siswa juga harus diperhatikan, jangan sampai perpustakaan mengganggu jam pelajaran di kelas.


D.      Prinsip dan Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan
Ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan perpustakaan. Soetopo (1982:174) menyimpulkan pedoman-pedoman yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan perpustakaan adalah sebagai berikut:
1.        Prinsip pokok dan umum
a.         Penyelenggaraan perpustakaan itu hendaklah diintegrasikan dengan kurikulum. Sebab perpustakaan itu diselenggarakan untuk menunjang program belajar dan mengajar.
b.        Perpustakaan diselenggarakan secara sederhana dan menarik maksudnya haruslah disesuaikan dengan kemampuan sekolah yang bersangkutan.
c.         Perpustakaan diselenggarakan secara partisipasi murid dan guru. Bahwa guru dan murid hendaklah ikut serta secara aktif dalam berlangsungnya perpustakaan.
d.        Perpustakaan hendaklah memperhatikan perkembangan anak dengan adanya koleksi yang sekira pantas dibaca oleh anak maka akan memperlancar pengetahuannya.
e.         Perpustakaan hendaklah diselenggarakan oleh seorang guru dengan demikian dia lebih mengetahui dengan pastinya arahnya, perkembangan kurikulum dan menggunakan secara efisien.

2.        Pedoman-pedoman khusus
a.         Lokasi  :
1)        Lokasi perpustakaan sebaiknya berbentuk sentral.
2)        Mudah tampak.
3)        Cukup aman.
4)        Cukup tenang.
5)        Berada di lingkungan sekolah.
b.        Ruangan :
1)        Luasnya berukuran 88 m2 untuk sistem tertutup, sedang ukuran 85 m2 untuk sistem terbuka.
2)        Skala prioritas.
c.         Organisasi : pada prinsipnya organisasi hendak memperhatikan perkembangan kemampuan dan kecakapan serta tingkat berfikir anak.
d.        Tata ruang :
1)        Untuk perpustakaan kelas.
2)        Untuk perpustakaan sekolah.
e.         Koleksi.
f.         Petugas :
1)        Kuantitas.
2)        Kualitas.
g.        Anggaran :
1)        Sumber anggaran yaitu sama dengan sumber anggaran sekolah secara keseluruhan.
2)        Besarnya anggaran yaitu 7 – 10% dari seluruh anggaran sekolah.
3)        Penggunaanya yaitu 20% untuk biaya kesekretariatan, 20% untuk biaya pekerjaan teknis dan 30% untuk biaya pelayanan.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan perpustakaan haruslah memiliki prinsip-prinsip dan pedoman-pedoman yang harus diperhatikan, agar penyelengaraan pepustakaan di Sekolah Dasar dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak positif bagi perkembangan belajar mengajar di sekolah dasar tersebut.
Prinsip-prinsip penyelenggaraan perpustakaan di Sekolah Dasar berdasarkan penjelasan di atas adalah sebagai berikut:
1.      Penyelenggaraan perpustakaan harus difungsikan untuk menunjang kurikulum di Sekolah Dasar tersebut.
2.      Penyelenggaraan perpustakaan harus disesuaikan dengan kemampuan Sekolah Dasar tersebut, tetapi harus menarik bagi siswa Sekolah Dasar.
3.      Perpustakaan harus diselenggarakan dengan partisispasi guru dan siswa, sehingga guru dapat mengetahui kurikulum yang dikembangkan, dan siswa aktif mengikuti pelajaran di sekolah.
4.      Koleksi-koleksi perpustakaan haruslah baik dan sesuai dengan pelajaran di Sekolah Dasar.
 Peranan dari semua pihak akan mempengaruhi lancarnya terselenggara perpustakaan, jadi semua stakeholder dari sekolah tersebut harus saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan dari diselenggarakannya perpustakaan tersebut. Selain itu penyelenggaraan perpustakaan harus memperhatikan penataan mulai dari lokasi, ruangan, organisasi, tata ruang, koleksi, petugas, dan anggaran, agar semua dapat berjalan dengan seimbang, sehingga perpustakaan tersebut akan menarik minat baca peserta didik di Sekolah Dasar.

E.       Hambatan-hambatan penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar
Sulistyanto (2008) menyatakan kesulitan-kesulitan mengembangkan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :
1.        Kesadaran yang kurang dari warga sekolah akan peran strategis perpustakaan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.
2.        Minimnya dana operasional pengelolaan dan pembinaan perpustakaan sekolah.
3.        Terbatasnya sumber daya manusia yang mampu mengelola perpustakaan dan mengembangkannya sebagai sumber belajar siswa dan guru di sekolah.
4.        lemahnya koleksi perpustakaan sekolah yang pada umumnya berisi buku pelajaran yang merupakan droping dari pemerintah.
5.        Minat baca siswa yang belum menggembirakan, walaupun pemerintah telah mencanangkan berbagai program untuk membiasakan membaca yang bermanfaat.
6.        Kepedulian penentu kebijakan terhadap perpustakaan masih kurang, bahkan keberadaan perpustakaan hanya sebagai pelengkap.
7.        Belum adanya jam perpustakaan sekolah yang diintergrasikan dengan kurikulum.
8.        Kegiatan belajar mengajar di sekolah belum memanfaatkan perpustakaan secara maksimal, dalam arti guru tidak sering memberi tugas dan membiasakan mengerjakannya dari sumber perpustakaan sekolah.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hambatan-hambatan dalam menyelenggarakan perpustakaan yang paling banyak berpengaruh adalah berasal dari sekolah penyelenggara perpustakaan itu sendiri. Hambatan-hambatan penyelenggaan perpustakaan Sekolah Desar berdasarkan penjelasan di atas adalah sebagai berikut:
1.      Kurang diperhatikannya tentang fungsi-fungsi perpustakaan bagi Sekolah Dasar.
2.      Kurangnya sumber daya manusia yang handal dalam pengelolaan perpustakaaan Sekolah Dasar.
3.      Kurang diperhatikannya komponen-komponen perpustakaan sebagai penunjang pelajaran siswa.
4.      Kurangnya minat baca di lingkungan siswa Sekolah Dasar.
5.      Perpustakaan belum difungsikan sebagai penunjang kurikulum, sehingga peran perpustakaan sebagai penunnjang kegiatan belajar mengajar belum dimaksimalkan.

F.       Cara Mengatasi Hambatan-hambatan Penyelenggaraan Perpustakaan pada Sekolah Dasar
Dari penjelasan hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar di atas, dapat disimpulkan cara mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah dengan menerapkan prinsip pokok dan umum penyelenggaraan perpustakaan di Sekolah Dasar. Dengan langkah itu diharapkan hambatan-hambatan dalam penyeleggaraan perpustakaan dapat diselesaikan, sehingga peran dari perpustakaan di Sekolah Dasar dapat optimal. Pelaksanaan langkah-langkah dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut haruslah bertahap dan berkesinambungan agar tujuan dari perpustakaan dapat tercapai.

BAB III
PENUTUP
                                           
Kesimpulan
1.      Pengertian perpustakaan pada Sekolah Dasar
Makalah ini menjelaskan tentang perpustakaan Skolah Dasar, dari penjelasan di atas dapet disimpulkan bahwa perpustakaan pada Sekolah Dasar adalah sarana penting yang di sediakan oleh sekolah untuk menunjang program belajar mengajar, baik siswa maupun guru atau pengajar di Sekolah Dasar. Perpustakaan adalah komponen yang penting di Sekolah Dasar, karena perpustakaan juga menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dan juga agar mereka lebih mengetahui ilmu-ilmu pengetahuan yang baru yang mereka belum dapatkan

2.      Fungsi dari perpustakaan pada Sekolah Dasar
Fungsi perpustakaan Sekolah Dasar menurut penjelasan di atas adalah sebagai   berikut :
a.       Sebagai penunjang pelajaran di sekolah
Sebagai penunjang pelajaran di sekolah yaitu memberi materi kepada siswa yang tidak didapat melalui buku atau pembelajaran di kelas, jadi siswa dapat mengembanagkan penyampaian materi yang telah disampaikan oleh guru di kelas.
b.      Sebagai wahana rekreasi
Sebagai wahana rekreasi maksudnya yaitu siswa dapat memanfaatkan buku dongeng, kumpulan puisi, video-video, ataupun majalah tentang pendidikan, sehingga siswa tidak hanya terhibur tetapi dapat mempelajari pesan yang terkandung dalam dongeng ataupun video yang tersedia di perpustakaan.
c.         Menunjang prestasi siswa
Perpustakaan dapat menunjang prestasi karena siswa menjadi aktif belajar dan membaca sehingga akan selalu mengembangakan kemampuanya dengan membaca.
d.        Membiasakan siswa menggunakan waktu dengan baik
Perpustakaan akan membiasakan siswa untuk selalu menggunakan waktunya ke dalam kegiatan yang berguna bagi belajarnya.

3.      Tujuan perpustakaan pada Sekolah Dasar
Tujuan perpustakaan adalah sebagai berikut:
a.       Membuat siswa sekolah dasar lebih mencintai membaca dan membiasakan agar mereka rajin membaca.
b.      Membuat siswa lebih cepat menguasai teknik-teknik membaca yang efektif dan efisien.
c.       Memperluas dan memperdalam pengetahuan siswa baik dalam lingkup pelajaran atau pengetahuan umum.
d.      Mendorong siswa agar cepat menguasai bahasa yang baik dan benar dari buku-buku yang dibaca.
e.       Memberi pengajaran secara tidak langsung kepada siswa cara menggunakan dan merawat bahan pustaka.
f.       Memberi dasar-dasar cara belajar dengan memanfaatkan informasi yang didapat dari bacaan.
g.      Menunjang belajar siswa tentang pelajaran di Sekolah Dasar.

4.      Prinsip dan pedoman dalam penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar
Peranan dari semua pihak akan mempengaruhi lancarnya terselenggara perpustakaan, jadi semua stakeholder dari sekolah tersebut harus saling bekerja sama untuk mewujudkan tujuan dari diselenggarakannya perpustakaan tersebut. Selain itu penyelenggaraan perpustakaan harus memperhatikan penataan mulai dari lokasi, ruangan, organisasi, tata ruang, koleksi, petugas, dan anggaran, agar perpustakaan tersebut akan menarik minat baca peserta didik di Sekolah Dasar.

5.      Hambatan-hambatan penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar
Hambatan-hambatan dari penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
a.       Kurang diperhatikannya tentang fungsi-fungsi perpustakaan bagi Sekolah Dasar.
b.      Kurangnya sumber daya manusia yang handal dalam pengelolaan perpustakaaan Sekolah Dasar.
c.       Kurang diperhatikannya komponen-komponen perpustakaan sebagai penunjang pelajaran siswa.
d.      Kurangnya minat baca di lingkungan siswa Sekolah Dasar.
e.       Perpustakaan belum difungsikan sebagai penunjang kurikulum, sehingga peran perpustakaan sebagai penunnjang kegiatan belajar mengajar belum dimaksimalkan.

6.      Cara mengatasi hambatan-hambatan penyelenggaraan perpustakaan pada Sekolah Dasar
Cara mengatasi hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan perpustakaan adalah dengan menerapkan prinsip pokok dan umum penyelenggaraan perpustakaan di Sekolah Dasar. Dengan langkah itu diharapkan hambatan-hambatan dalam penyeleggaraan perpustakaan dapat diselesaikan, sehingga peran dari perpustakaan di Sekolah Dasar dapat optimal. Pelaksanaan langkah-langkah dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut haruslah bertahap dan berkesinambungan agar tujuan dari perpustakaan dapat tercapai.


DAFTAR RUJUKAN

Soetopo, Hendyat. 1982. Pengantar Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Malang: IKIP Malang.
Sutisna, Oteng. 1989. Administrasi Pendidikan Dasar Teoretis untuk Praktek Profesional. Bandung: Angkasa.
Prasetyo, Djoko. 2012. Tujuan dan Fungsi Perpustakaan Sekolah Dasar, (Online), (http://djokoprasety.blogspot.com/2012/01/tujuan-dan-fungsi-perpustakaan-sekolah.html), diakses 7 November 2012.
Sulistyanto, Joko. 2008. Perpustakaan Sekolah sebagai Sumber Belajar, (Online), (http://sdgambiranom.wordpress.com/2008/12/19/perpustakaan-sekolah-sebagai-sumber-belajar/), diakses 2 November 2012.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar